Asida adalah puding tepung rebus yang dimasak langsung dengan air. Ini adalah hidangan tradisional populer yang disajikan di Libya selama perayaan seperti kelahiran atau Idul Fitri. Itu terbuat dari tepung terigu atau adonan tepung gandum yang dimasak dalam air, dan dimakan dengan madu atau sirup kurma dan mentega cair. Beberapa orang menggunakan minyak zaitun sebagai pengganti mentega. Biasanya dimakan untuk sarapan. Asida adalah makanan yang disajikan di piring datar besar atau umumnya dimakan dengan jari, meski bisa menggunakan sendok. Meskipun berasal dari Amazigh dan merupakan hidangan murni Afrika Utara, puding tepung rebus ini memiliki nama Arab dan versi Asida dibuat di Jazirah Arab. Di bawah ini gambar untuk makanan asida yang diberikan oleh tetangga ku orang Libya asli yang tinggal sementara di Indonesia ges. Rumahnya pas banget bersebelahan jadi sering bertukaran makanan, dan pas dapat ini sempet sih terkejut dan kaget. Karena unik ya dilih...
Bahan: 500 gram mie kering, rebus hingga lembut 2 ekor ayam, potong-potong 2 liter air 1 sendok teh garam 1 sendok makan gula pasir 3 siung bawang putih, haluskan 2 sendok makan minyak wijen 3 sendok makan kecap manis 2 sendok makan kecap asin 1 sendok teh merica bubuk 2 lembar daun bawang, iris halus 2 sendok makan minyak goreng Langkah : Rebus air bersama garam dan gula pasir hingga mendidih. Masukkan ayam, masak hingga empuk dan air menjadi kaldunya. Saring air kaldu, tambahkan bawang putih, minyak wijen, kecap manis, kecap asin, merica bubuk, dan daun bawang. Aduk rata hingga kental. Tata mie rebus dan ayam dalam piring saji. Siram dengan kuah kental. Sajikan bakmi ayam Hainan dengan taburan bawang goreng di atasnya. Silahkan dicoba ges.. akan lebih enak mie nya kita aduk dulu dengan minyak bawang jika ingin kondisi mie nya kering seperti di gambar serta penambahan kuah kentalnya sedikit saja,